Ticker

6/recent/ticker-posts

Pil Tramadol Ilegal Menggurita di Cisaranten Wetan, Moral Generasi Muda Rusak, APH Kemana?

 


LINTAS BERITA NASIONAL || BANDUNG

Wilayah Cisaranten Wetan, Kecamatan Cinambo, kini berada dalam bayang-bayang kehancuran moral. Peredaran obat keras ilegal jenis Tramadol dan daftar G lainnya dilaporkan kian masif, terang-terangan, dan seolah kebal hukum. Fenomena ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat: Apakah aparat penegak hukum (APH) memang tidak tahu, atau sengaja menutup mata?

Praktik haram ini diduga kuat berlindung di balik kedok warung kelontong atau kios kecil untuk mengelabui pantauan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan aktivitas yang kontras; hilir mudik remaja dan pemuda pada jam-jam tertentu menjadi pemandangan lazim yang menyayat hati para orang tua.

"Ini bukan lagi rahasia umum, tapi sudah jadi keresahan yang mencekam. Kami melihat masa depan anak-anak kami digerogoti di depan mata sendiri. Pertanyaannya sederhana: Kenapa warung-warung ini tetap berdiri kokoh meski warga sudah resah?" ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, Jumat (13/2/2026).

Ketidakberdayaan Aparat: Pembiaran atau Kelalaian?

Kritik tajam pun mengalir deras kepada APH dan Pemerintah Kota Bandung. Pasifnya tindakan di lapangan dinilai sebagai bentuk pembiaran yang memberi ruang bagi para mafia obat ilegal untuk memperluas jaringan mereka.

Penyalahgunaan Tramadol bukan perkara sepele ini adalah ancaman saraf dan pintu gerbang menuju kriminalitas yang lebih besar. Jika regulasi kesehatan dan UU kesehatan hanya berakhir di atas kertas tanpa eksekusi lapangan yang garang, maka negara dianggap gagal melindungi warga di tingkat akar rumput.

Sidak Tanpa Kompromi: Mendesak Kepolisian dan Satpol PP melakukan penggeledahan total terhadap kios-kios yang dicurigai tanpa kebocoran informasi.

Tangkap Aktor Intelektual: Jangan hanya menyasar penjaga warung, tapi bongkar jaringan pemasok (suplier) besar yang menyuplai barang haram tersebut ke wilayah Cinambo.

Transparansi Publik: Masyarakat meminta laporan terbuka mengenai hasil penindakan. Jangan sampai ada kesan "tangkap-lepas" yang meruntuhkan kepercayaan publik pada hukum.

“Jangan tunggu sampai ada jatuh korban jiwa atau tawuran antar-pemuda pecah akibat pengaruh obat-obatan ini. Kalau aparat tidak bergerak sekarang, jangan salahkan jika masyarakat menilai ada 'main mata' di balik menjamurnya warung ilegal ini,” tegas tokoh pemuda setempat dengan nada geram.

Cisaranten Wetan butuh tindakan nyata, bukan sekadar patroli formalitas. Masa depan generasi muda Bandung dipertaruhkan, dan bola panas kini ada di tangan aparat penegak hukum.

(Red/tim)