LINTAS BERITA NASIONAL || ACEH SINGKIL
Satu tahun 22 hari menjabat, Pj. Bupati Aceh Singkil, Safriadi (Oyon), justru menorehkan catatan kelam dalam lembaran birokrasi daerah. Forum Masyarakat Menggugat (FORMAT) secara resmi memberikan "Rapor Merah" dalam aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati, Selasa (10/03/2026). Kepemimpinan Safriadi dinilai gagal menyeimbangkan empati sosial dengan ambisi fasilitas mewah.
Ironi Mobil Dinas Rp2,3 Miliar di Tengah Luka Banjir
Kritik paling fundamental tertuju pada kebijakan pengadaan mobil dinas baru senilai Rp2,3 Miliar. Kebijakan ini dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kondisi ekonomi masyarakat Aceh Singkil yang baru saja dihantam bencana banjir.
"Membeli kemewahan di saat rakyat berjuang memperbaiki atap rumah yang hancur bukan sekadar salah prioritas, tapi bentuk ketulian nurani kekuasaan," tegas koordinator aksi dalam orasinya.
Tak hanya soal unit baru, FORMAT mencium adanya ketidakberesan dalam pengelolaan aset negara. Keberadaan mobil dinas bupati dan wakil bupati periode sebelumnya hingga kini masih misterius. Jawaban normatif Bupati yang mengklaim aset tersebut "ada di gudang" tanpa bukti fisik yang transparan memicu desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan audit investigatif terhadap manajemen aset daerah Aceh Singkil.
Manipulasi Data Bantuan: Preseden Buruk Kemanusiaan
Sektor bantuan sosial tak luput dari sorotan tajam. FORMAT mengungkap dugaan manipulasi data korban banjir, di mana sejumlah warga yang rumahnya mengalami kerusakan nyata justru "dilenyapkan" dari daftar penerima bantuan setelah proses verifikasi ulang.
Ketidakterbukaan parameter verifikasi ini menimbulkan kecurigaan adanya praktik tebang pilih atau maladminstrasi yang sistematis. Pemerintah daerah dinilai lebih sibuk dengan prosedur birokratis daripada memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak.
Otoritarianisme Verbal: Ancaman Penjara bagi Mahasiswa
Citra kepemimpinan Safriadi kian terpuruk menyusul beredarnya rekaman video yang menunjukkan sikap antikritik sang Bupati. Dalam rekaman tersebut, Safriadi diduga melontarkan ancaman pemenjaraan terhadap seorang mahasiswa, Yunus, yang tengah menyampaikan aspirasi.
"Seorang pemimpin seharusnya menggunakan argumen untuk menjawab kritik, bukan menggunakan jeruji besi sebagai alat intimidasi," ujar Yunus saat dikonfirmasi media. Sikap arogan ini dinilai sebagai langkah mundur bagi demokrasi di Aceh Singkil dan menciptakan iklim ketakutan bagi aktivis serta masyarakat sipil.
Tuntutan FORMAT kepada Pemerintah Daerah:
- Transparansi Anggaran: Menuntut pembatalan atau pertanggungjawaban moral atas pengadaan mobil mewah senilai Rp2,3 Miliar.
- Audit Aset: Mendesak keterbukaan informasi publik mengenai posisi seluruh aset kendaraan dinas era sebelumnya.
- Verifikasi Independen: Melakukan pendataan ulang korban banjir yang melibatkan unsur independen untuk menghindari manipulasi data.
- Permohonan Maaf Publik: Menuntut Bupati untuk meminta maaf secara terbuka atas tindakan intimidasi verbal terhadap mahasiswa.
Hingga saat ini, pihak Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Singkil masih bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi terkait gelombang protes dan tudingan penyalahgunaan wewenang tersebut.
Team Redaksi
