Lintasberitanasional SINGINGI - Sosok Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat, S.H., S.I.K., M.H., tidak hanya dikenal tegas, tapi juga dikenal sebagai Kapolres Pintar yang selalu punya cara cerdas memecahkan masalah dan meredamkan konflik masyarakat sebelum membesar.
Sejak menjabat, setiap persoalan yang muncul di Kuansing, mulai dari sengketa lahan, PETI, hingga persoalan sosial, selalu diselesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan kekerasan, Kamis (05/11/2026).
"Beliau ini pintar. Setiap ada masalah, beliau tidak langsung main tangkap. Beliau dudukkan dulu semua pihak, cari akar masalahnya, baru diambil keputusan. Itu yang bikin konflik di Kuansing selalu bisa diredam," ujar Ketua Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Kuansing, Sugianto.
Selalu Responsif Terhadap Informasi Masyarakat dan Layanan 110
AKBP Hidayat dikenal tidak pernah alergi dengan laporan warga. Setiap informasi yang masuk, baik lewat layanan darurat 110, WhatsApp, informasi wartawan, maupun laporan tokoh masyarakat, selalu ditindaklanjuti cepat.
"Kalau kita laporkan jam berapapun, pasti direspon. Layanan 110 di Kuansing benar-benar hidup di tangan beliau. Tidak ada laporan yang dibiarkan menggantung," tegas Sugianto.
Jagonya Redamkan Konflik, Bukan Memperkeruh
Kuansing adalah daerah yang rawan konflik, mulai dari konflik lahan perkebunan, konflik PETI, hingga konflik antar kelompok masyarakat.
Namun di tangan AKBP Hidayat, semua konflik itu berhasil diredam dengan pendekatan humanis dan komunikasi.
Beliau selalu turun langsung ke lokasi konflik, bertemu tokoh adat, tokoh agama, ninik mamak, dan pemuda, mendengarkan semua pihak, lalu mencari solusi win-win.
"Banyak konflik yang hampir meledak, tapi begitu Pak Kapolres turun, langsung adem. Beliau bisa merangkul semua pihak. Ini yang disebut Kapolres peredam konflik," tambah Sugianto.
Berani Copot Anggota Polri yang Bermasalah
Keberanian AKBP Hidayat juga terbukti dalam penegakan disiplin internal. Beliau tidak segan mencopot anggota Polri yang terbukti melanggar aturan dan mencoreng nama institusi.
"Sejarahnya jelas, beliau berani copot anggota. Tidak ada tebang pilih. Kalau anggota salah, ya ditindak. Ini yang bikin masyarakat percaya lagi sama polisi," ujar Sugianto.
Penindakan PETI Humanis, Ratusan Rakit Ditertibkan Tanpa Demo
Penanganan PETI di Kuansing menjadi bukti kepemimpinan humanis beliau. Padahal ratusan rakit PETI berhasil ditertibkan dan dimusnahkan, tapi tidak menimbulkan bentrokan dan aksi demo besar.
"Biasanya kalau PETI ditertibkan itu ribut. Tapi di tangan Pak Hidayat, diajak dialog dulu, tokoh masyarakat dilibatkan. Akhirnya tidak ada konflik," ungkap Sugianto.
Tidak hanya soal hukum, AKBP Hidayat aktif mengadakan kegiatan positif. Mulai dari turnamen sepak bola untuk pemuda, bakti sosial, hingga program bantuan rumah layak huni bagi warga kurang mampu.
"Dokumentasinya jelas, semua ada. Beliau bukan Kapolres yang hanya duduk di kantor," kata Sugianto.
Berani Ungkap Kasus Kelas Kakap. Minyak Industri, Perusahaan, Hingga Sabu 20 Kg
AKBP Hidayat juga disebut berani menindaklanjuti kasus kelas kakap yang selama ini dianggap tabu.
Mulai dari dugaan penyalahgunaan minyak industri, kasus yang melibatkan perusahaan besar, hingga pengungkapan peredaran narkoba sabu dan ganja dengan total mencapai 20 Kilogram di Kuansing.
"Kasus besar seperti minyak industri dan perusahaan, beliau berani tindak. Narkoba 20 Kg juga berhasil diungkap. Ini bukti Kapolres ini punya nyali dan kepintaran," tutup Sugianto.
Sugianto berharap, sosok seperti AKBP Hidayat dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Kapolres yang responsif, pintar memecahkan masalah, humanis, dan mampu meredamkan konflik masyarakat.
"Kuansing butuh Kapolres seperti beliau. Pintar, responsif, dan peredam konflik. Kami dari PWMOI Kuansing menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya," pungkasnya.(Sugianto)
(Ds)
