LINTAS BERITA NASIONAL || SURABAYA
Genderang perang terhadap premanisme di Kota Surabaya ditabuh semakin kencang. Korps Marinir TNI Angkatan Laut secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk menyapu bersih segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Tidak main-main, sebanyak 10.000 prajurit baret ungu disiagakan untuk memastikan Surabaya tetap menjadi kota yang aman, tertib, dan bebas dari intimidasi.
Langkah berani ini ditegaskan dalam pertemuan koordinasi jajaran Forkopimda Surabaya bersama Walikota Surabaya. Sinergi ini merupakan respons taktis atas instruksi kepala daerah dalam mewujudkan keamanan absolut bagi warga lokal maupun pendatang di Ibu Kota Jawa Timur.
Dukungan TNI bukan sekadar simbolis. Pihak militer menegaskan bahwa 10.000 personel yang disiagakan telah dalam posisi siap gerak (standby force) dan dapat dikerahkan sewaktu-waktu jika stabilitas keamanan kota terusik. Fokus utama operasi ini adalah memberantas praktik premanisme yang kerap berkedok penguasaan wilayah atau pemalakan yang merugikan ekonomi kerakyatan.
"Kami tidak memberikan ruang bagi siapa pun yang mencoba mengganggu ketertiban umum. Keamanan warga Surabaya adalah prioritas mutlak. 10.000 prajurit kami siap berkolaborasi dengan Pemkot dan elemen masyarakat untuk memastikan hukum tegak dan premanisme tumbang," tegas perwakilan pimpinan militer dalam pertemuan tersebut.
Pengerahan kekuatan besar ini bertujuan menciptakan iklim kota yang kondusif secara permanen. Walikota Surabaya menekankan bahwa pembangunan kota dan kenyamanan wisatawan tidak boleh terhambat oleh ancaman kelompok-kelompok tertentu. Dengan hadirnya sinergi TNI-Pemkot, Surabaya dikirimkan pesan kuat sebagai kota yang "Zero Tolerance" terhadap aksi premanisme.
Ditegaskan bahwa keamanan kota adalah tanggung jawab kolektif. Meski ribuan prajurit telah disiagakan, kolaborasi aktif dari elemen masyarakat tetap menjadi kunci utama. Partisipasi warga dalam melaporkan tindakan intimidasi akan mempercepat gerak taktis aparat di lapangan.
Melalui langkah tegas ini, Pemerintah Kota Surabaya dan Korps Marinir berkomitmen menghadirkan rasa aman yang nyata, memastikan tidak ada lagi warga yang merasa takut atau terintimidasi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Tim Redaksi Prima
